Nikmati Selagi Bisa

Anak. Betapa berharganya mereka. Paling tidak buat saya. Setiap detik bersama mereka, adalah saat yang membahagiakan (well … almost). Anak selayak suar, yang menjadi penuntun arah tujuan. Menjadi jangkar, sehingga hati selalu tertambat pada keluarga. Juga menjadi pagar sehingga saya tidak menjadi kambing liar. Ada masa di mana saya tidak melihat mereka tumbuh, sehingga terkaget-kaget melihat sosok mereka manakala saya kembali ke rumah. Untung mereka tidak memanggil saya Om. Atau lebih parah dari itu, untung tidak ada teriakan begini di rumah ketika saya pulang, “Sebentar ya Om. Paaaaa, Papaaaaa, ini ada temannyaaaaa!!!”
