1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Posts Tagged ‘gojek kere’

Cergam

Cerpenista memang luar biasa. Bermain dengan kata-kata lantas imajinasi digeber liar. Hanya saja terdakang cerita di cerpenista menjadi begitu panjang. Lantas, jika satu gambar bisa berbicara selayak berjuta kata, maka bercerita dengan gambar mungkin bisa menyingkat semuanya. Hanya saja, sebuah gambar kadang perlu dilengkapi teks, terutama bagi orang-orang seperti saya yang miskin imajinasi. Maka cerita bergambar (cergam) atau komik, kadang lebih menggugah minat saya untuk membaca. Sebenarnya saya berharap Momon sudi membuat aplikasi mirip cerpenista untuk cergam. Dari pikiran itu lantas timbul keinginan untuk bereksperimen. Selamat menikmati.

Continue Reading 48 Comments

Hari (yang mestinya) Bahagia

Begitulah, ada yang berulang tahun lagi. Kali ini Nonagila dan Momon yang berulang tahun di hari yang sama, 15 Juli. Namanya teman, mestinya saya ikut senang dengan acara tahunan mereka itu. Tetapi teror minta hadiah dari Nonagila itu memang maut adanya dan itu membuat saya ketakutan. Dari Momon? belum ada tuntutan apa-apa. Dua orang yang lahir di tanggal dan bulan yang sama bisa begitu berbeda. Yang satu pendiam, serius layaknya pemikir ulung, sementara satunya lagi penyantap segala yang jika berkata-kata lebih mirip berondongan senapan mesin.

Continue Reading 58 Comments

Metamorfosa

Ada seekor ulat bulu di daun kembang sepatu, rakus melahap daun seakan tiada hari esok. Penampakan sang ulat mampu memancing jerit histeris ketakutan perempuan ayu yang matanya tertumbuk pada wujud sang ulat. Pada saat lain, hewan yang sama dilihat dengan penuh kagum pesona, mengundang hasrat membelai sebuah keindahan ragawi sempurna. Sang ulat pengundang jerit telah berubah menjadi rama-rama pengundang kagum. Sebuah metamorfosa luar biasa.

Continue Reading 48 Comments

Sebuah Kerlingan di Tujuh Juli

balibul.jpg


Let me not pray to be sheltered from dangers, but to be fearless in facing them. Let me not beg for the stilling of my pain, but for the heart to conquer it.

Kata-kata gagah lagi bijak dari Rabindranath Tagore itu pernah menghiasi blog salah satu dari berjuta lelaki pejuang hidup di Jakarta. Iqbal Prakasa, sang kolonel pitu, pemuda kelahiran Kampung Laweyan -Solo, memang petarung tangguh dalam menjalani hidup. Dengan sosoknya yang sebesar gardu hansip begitu, saya harus berpikir jutaan kali untuk menjahilinya. Tetapi percayalah, dibalik sosok garangnya itu, dia adalah lelaki berhati lembut.

Continue Reading 53 Comments

Panggung Sandiwara

behave.jpg

Dunia adalah panggung sandiwara, begitu ujar sebuah lagu lawas yang digubah oleh Ian Antono dan liriknya ditulis oleh Taufik Ismail. Ada banyak pelantun lagu yang menyanyikannya, sebut saja nama seperti si kribo Ahmad Albar dengan God Bless-nya atau si madu - si ndok ceplok - si batu batere teteh Nicky Astria. Lagu yang menurut saya tidak tuntas sebetulnya. Lirik lagunya ada menyisakan pertanyaan “Mengapa kita bersandiwara”.

Continue Reading 25 Comments

Ndobosan lama |