1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Posts Tagged ‘makanan’

Indonesia Punya

buntil.jpg

Dalam sebuah tulisannya, Momon ada menyebut tentang Protected Designation of Origin (PDO). Sesungguhnya PDO bersama-sama dengan Protected Geographical Indication (PGI) dan Traditional Speciality Guaranteed (TSG), adalah bagian dari kerangka Protected Geographical Status (PGS) dalam Undang-Undang Uni Eropa yang dibuat untuk melindungi nama dari makanan dan minuman. Bukan sekedar nama yang dilindungi, tetapi lebih ke dari mana makanan dan minuman itu berasal. Seperti ditulis oleh Momon, “Misalnya sampanye, minuman alkohol yang bersoda itu, hanya boleh diproduksi di desa Champagne, Perancis. Yang lain? Namanya sampanye bajakan.”

Continue Reading 29 Comments

Rumah (sakit) Belajar

Ini semua gara-gara salah satu jeroan saya ngadat dan perawatannya tidak dapat hanya sekadar dilakukan di rumah yang tidak sakit. Oleh karena itu saya diharuskan untuk menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit di Bogor. Tidak mengapa, hitung-hitung istirahat. Eh … sebentar, kok istirahat? Walaupun ini bukan kali pertama saya harus menjalani rawat inap di rumah sakit, tetapi rawat inap kali ini lebih bernuansa belajar, bukan istirahat. Berikut beberapa pelajaran yang saya dapatkan :

Continue Reading 49 Comments

Sirip Hiu

great-white-shark.jpg

Ini bukan soal perut yang lapar lantas perlu diisi, mungkin soal selera. Tetapi bagi saya, ini lebih soal gengsi. Perkara di belakang itu ada soal kekejaman, bisa jadi itu adalah soal yang (di)lain(kan). Baiklah jika persoalannya hendak dipisahkan, maka saya tidak akan bicara soal selera dan gengsi, hanya soal kekejaman (inipun ukurannya relatif). Ini soal memakan sirip hiu, yang kabarnya berharga mahal per porsinya.

Continue Reading 35 Comments

Racun

racun.jpg

Baiklah, Poison Fruit Juice itu hanya soal salah tulis saja, setelah bertanya-tanya ternyata yang dimaksud adalah Passion Fruit Juice. Tulisan “salah” di menu tadi membawa ke percakapan ringan penuh keprihatinan soal bagaimana di negara ini memasukan racun ke dalam makanan dipraktekan secara luas.

Tengok saja di luar halaman sekolah, kudapan ringan yang dijual dengan warna-warni yang mencengangkan karena diberi pewarna yang sebetulnya diperuntukan untuk mewarnai kain. Ada juga kisah soal bakso diberi borax untuk pengawetnya. Murah dan tampak meriah, tetapi soal mematikan itu urusan lain.

Perkara wana-warna cerah begini saya ingat pelajaran cara bertahan hidup di hutan. Hindari untuk memakan buah-buahan atau tanaman yang berwarna cerah ceria, tidak semua yang begitu beracun memang, tetapi ada kemungkinan besar yang begitu itu beracun.

Lantas, soal Poison Fruit Juice tadi? Apakah saya memesannya? Ah tidak juga, saya ngeri saja jangan-jangan itu menu tidak salah tulis.

Continue Reading 33 Comments

Bon Appétit

sajian21.jpg

Cari makan di Sanur itu gampang, tempat makan pating telecek, ada di mana-mana. Mau makanan jenis apa? Dari mulai makanan mentah sampai makanan gosong ya ada. Dari mulai nasi campur sampai makanan yang namanya saya ndak bisa melafalkannya ya ada. Suasana tempat bersantapnya juga beragam. Mau yang terang benderang , formal, atau yang terbuka di bawah pohon kelapa yang buahnya rajin dipetiki, ada.

Senang mestinya. Tetapi tunggu dulu. Ada rupa ada harga, walaupun sering juga harga dan rasa tak berkorelasi postif. Di sebuah rumah makan yang padat orang asing itu, begitu daftar menu dibuka, pisuhan bisa langsung mencolot (paling tidak dalam hati), “Madam Drembo!!!! lha kok ini gado-gado segini harganya?”

Continue Reading 31 Comments

|