Bahagia
Beberapa kawan yang kewarasannya perlu dipertanyakan ada yang bertanya kepada saya perkara kebahagiaan dirinya dan pasangannya. Mereka merasa dirinya dan pasangannya tidak bahagia. Dalam keadaan terpojok begini, maka saya mengeluarkan jurus gombal (yang mungkin bermanfaat) untuk menjawabnya.
Begini saya berkata :
” Jika kamu mencintai pasanganmu, maka kamu akan sangat bahagia jika melihatnya bahagia.”
Kawan itu mengangguk.
“Maka, agar dirimu bahagia, bahagiakanlah pasanganmu itu.”
Kawan itu mengangguk lagi.
“Maka, jika dirimu melihat pasanganmu berusaha membuatmu bahagia, apa yang akan kamu katakan kepadanya?” saya bertanya.
Bukannya menjawab, dia malah terlongo-longo memandangi saya, dan saya terpaksa menjawab pertanyaan saya sendiri.
“Kamu katakan … DASAR EGOIS!!!”.
Sampai tadi kawan itu masih mengirim pesan singkat (sms) menanyakan tentang hal itu, dan saya malas menjawabnya. Salahnya, tanya hal begitu kok ke saya.
