1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Posts Tagged ‘pekerjaan’

Saya dan Laut

blog5.jpg

Dalam bidang kerja, saya sungguh merasa diberi anugrah luar biasa. Bagaimana tidak, saya yang hobinya kluyuran diberi jalan untuk bersekolah di tempat yang banyak kluyurannya (Jurusan Biologi), tempat di mana jalan-jalan itu wajib. Serampung kuliah, saya lantas diwajibkan untuk jalan-jalan oleh tempat di mana saya bekerja, dan jika saya menolak pesiar, saya tidak dibayar. Baiklah, demi keberlanjutan isi periuk nasi, saya lantas terpaksa rela melakukan hobi saya itu. Pilihan saya waktu itu adalah kluyuran di darat, dan ini membawa saya menjelajahi lebih dari separuh bumi. Lantas, sebuah tikungan kehidupan nan ajaib membawa saya untuk menjelajahi laut dalam 3 tahun terakhir ini. Tadinya saya sempat ragu untuk nyemplung ke laut, tetapi pada akhirnya saya benar-benar dibuat kagum oleh isinya. Sekali lagi, saya diwajibkan untuk kluyuran, kalau saya menolak saya tidak dibayar.

Continue Reading 27 Comments

Lowongan Pekerjaan

Seorang kawan di bagian kepegawaian dahulu pernah mengeluhkan betapa sulitnya mendapatkan calon tenaga kerja dengan kemampuan seperti yang diharapkan. Saya lantas bertanya, apakah karena lagi-lagi soal upah? Maklum saja, kantor tempat saya bekerja itu tidak sekuat perusahaan raksasa yang mampu menawarkan upah yang dapat membuat orang terlanda “mak cleguk” (baca: menggiurkan) secara tiba-tiba. Maka keluhan yang lantas kerap dilontarkan adalah, “…bagaimana kita mau bersaing untuk mendapatkan tenaga terbaik jika upah yang ditawarkan menyedihkan begini?” Saya sendiri menolak jika upah dijadikan satu-satunya alasan ketidakmampuan untuk mendapatkan yang terbaik. Untungnya, kawan itu berkata, “belum sampai perundingan upah kok, ini yang melamar jumlahnya sangat sedikit dan nyaris tidak ada yang memenuhi syarat minimum.” Ah…minat awal ternyata.

Saya bukanlah seorang yang ahli dalam bidang periklanan dan perekrutan pegawai. Hanya saja, saya pribadi berpendapat iklan lowongan kerja itu sering isi persyaratan yang ditulis lebih mengerikan dari kenyataan pekerjaannya itu sendiri. Apa lagi jika iklan tersebut ditulis dalam bahasa asing (Bahasa Inggris) … aih, ngeri kali kesannya. Selain itu, iklan lowongan kerja juga tidak menyertakan gambar atau foto sebagai pelengkap tentang pekerjaan yang harus dilakoni nantinya. Lantas bagaimana? Saya ya lantas lancang memberi usulan, bagaimana kalau ilklannya dibuat begini? (sambil menunjukan 3 foto berikut keterangannya). Apa reaksi yang saya dapat? Hanya kerutan di wajah mereka dan seruan “BAH !!!”. Apa yang salah dengan penyajian iklan lowongan kerjaan yang saya buat di bawah ini?

Continue Reading 39 Comments

Berani Tetapi Takut

Ada kebahagiaan saat mendengar kabar orang terdekat akhirnya berani dan mampu untuk melakoni apa yang benar-benar dia inginkan. Seperti apa yang ditulis oleh si nyonya lasak itu di sini. Lantas, ada nyengir-nyengir pahit setelah membaca tulisannya. Nyengir-nyengir yang ditujukan pada diri sendiri. Tulisan itu mengingatkan saya pada suatu masa yang belum terlalu lama sebetulnya. Pada waktu itu, saya pernah begitu percaya diri untuk berganti pekerjaan. Keinginan untuk meninggalkan apa-apa yang saya tekuni selama belasan tahun dan memulai sesuatu yang benar-benar baru dan (mudah-mudahan) saya sukai. Paling tidak, begitulah rencana gagah berani itu saya bayangkan. Saya memulainya dengan mengundurkan diri dari tempat saya bekerja dan meninggalkan Tokyo.

Continue Reading 30 Comments

Overqualified

over.jpg

Hanya sebuah obrolan singkat lepas tengah malam dengan paman. Kali itu, dia ingin melamar jadi tukang kebun di kantor saya. Saya sih senang-senang saja. Punya tukang kebun rajin ngoceh dan bercerita tentang apa-apa yang ditanamnya dan lantas dibumbui dengan kajian sosial tentang tanaman itu mestinya menyenangkan. Lantas, seberapa besar peluang untuknya bekerja menjadi tukang kebun di kantor saya? Nyaris nol.

Continue Reading 48 Comments

|