1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Posts Tagged ‘teman’

Dahulu

omah-sendok.jpg

Rentang ingatan saya itu pendek, bahkan terlalu pendek bagi banyak kawan. “Masih muda kok pikun!” begitu ujar mereka. Santai saja, dianggap muda itu saya anggap pujian dan pikun itu bukan hinaan, karena begitulah adanya. Di acara reuni, bisa saja saya dengan mudahnya menjadi bahan olok-olok karena secara spontan saya mengucapkan kata tersohor yang lantas diwikikan di wiki gemblung itu “Weeee…Apa kabar … senang sekali bisa ketemu lagi. Kamu siapa?”

Continue Reading 24 Comments

Ingatan

Belakangan saya agak sering bertemu dengan teman-teman yang sudah amat sangat lama tidak bertemu. Lama yang saya maksud itu 20 tahunan, bahkan yang saya temui terakhir di Jogya pada akhir pekan kemarin itu sudah 32 tahun tidak pernah bertemu dalam arti bertatap muka. Gembira tentu saja. Jika ada bagian “sedih” dari pertemuan-pertemuan itu, ternyata ada begitu banyak kejadian yang saya sudah lupa, tetapi celakanya mereka masih ingat. Lebih celaka lagi jika hal tersebut berkaitan dengan aib masa lalu.

Continue Reading 24 Comments

Berani Tetapi Takut

Ada kebahagiaan saat mendengar kabar orang terdekat akhirnya berani dan mampu untuk melakoni apa yang benar-benar dia inginkan. Seperti apa yang ditulis oleh si nyonya lasak itu di sini. Lantas, ada nyengir-nyengir pahit setelah membaca tulisannya. Nyengir-nyengir yang ditujukan pada diri sendiri. Tulisan itu mengingatkan saya pada suatu masa yang belum terlalu lama sebetulnya. Pada waktu itu, saya pernah begitu percaya diri untuk berganti pekerjaan. Keinginan untuk meninggalkan apa-apa yang saya tekuni selama belasan tahun dan memulai sesuatu yang benar-benar baru dan (mudah-mudahan) saya sukai. Paling tidak, begitulah rencana gagah berani itu saya bayangkan. Saya memulainya dengan mengundurkan diri dari tempat saya bekerja dan meninggalkan Tokyo.

Continue Reading 30 Comments

Perjumpaan

bs.jpg

Sebuah akhir pekan yang sangat menyenangkan dapat saja terjadi tanpa perencanaan. Ah seringnya memang begitu sih. Tadinya hanya ingin mengantarkan seorang bocah gila yang lelah mengenal apa itu yang namanya hidup tenang dan menunjukkan bagaimana kami (ya … dia dan dia juga) hidup di Bali. Toh saya juga memerlukan perjalanan ini, setelah beberapa bulan bekerja di Jakarta. Tidak rumit, kami hanya mengajaknya ke Ubud. Lantas, ada sebuah pesan singkat masuk dari seorang kawan yang mengabarkan kalau ada seorang kawan lama saya yang sedang berada di Ubud, akibatnya akhir pekan tersebut kemudian berubah menjadi lebih menyenangkan.

Continue Reading 32 Comments

Kuda Hitam

Sang “nona ituh” sudah lulus. Selamat. Maka pertanyaan selanjutnya yang sering kali bikin jengkel tetapi celakanya kerap muncul di pertemuan keluarga atau pertemuan dengan teman usil sok akrab yang layak dijadikan menteri negara urusan orang lain adalah “kapan menikah?” Seolah-olah lulus lantas menikah adalah pakem berurutan yang pantang dilanggar.

Dalam kasus si nona, ini jadi soal serius. Tanyakan saja pertanyaan menyebalkan itu, maka raut mukanya langsung berubah seperti beruk menagih upah. Apa pasal? Apa karena dia belum punya calon? Bukan … bukan itu. Seperti halnya kelulusan dirinya, dia ingin memberi kejutan dengan memunculkan sang kuda hitam.

Hitam walaupun sering dikonotasikan dengan keburukan, tidak selamanya demikian. Dunia hitam adalah dunia kejahatan, tempat para begal kecu atau bromocorah bersemayam. Daftar hitam, mudah-mudahan nama sampeyan tidak ada di dalamnya. Kambing hitam adalah korban keadaan, yang ujung-ujungnya sang kambing hanya bisa mengembik. Tetapi Kuda hitam? Ho ho … tegap perkasa, sang penyusul kencang dari belakang, menyalip di tikungan dan keluar sebagai pemenang tanpa diduga … kecuali oleh tukang judi yang sedang hoki.

Semoga cerita bergambar di bawah ini dapat menjernihkan masalah, agar tidak ada prasangka liar lantas keluar. Sekali lagi selamat untuk sang nona, dari kami semua di CuciTangan Inc.

Continue Reading 71 Comments

Ndobosan lama |