
Sampeyan percaya kalau sampeyan itu punya kembaran di tempat lain, walaupun sampeyan secara biologis bukan anak kembar? Banyak teman yang mengatakan kalau saya punya kembaran paling tidak satu orang. Istri saya ya bilang begitu, dan saya berharap mudah-mudahan dia bisa membedakan kami saja, ndak tertukar.
Continue Reading
40 Comments
Begitulah, ada yang berulang tahun lagi. Kali ini Nonagila dan Momon yang berulang tahun di hari yang sama, 15 Juli. Namanya teman, mestinya saya ikut senang dengan acara tahunan mereka itu. Tetapi teror minta hadiah dari Nonagila itu memang maut adanya dan itu membuat saya ketakutan. Dari Momon? belum ada tuntutan apa-apa. Dua orang yang lahir di tanggal dan bulan yang sama bisa begitu berbeda. Yang satu pendiam, serius layaknya pemikir ulung, sementara satunya lagi penyantap segala yang jika berkata-kata lebih mirip berondongan senapan mesin.
Continue Reading
58 Comments

Let me not pray to be sheltered from dangers, but to be fearless in facing them. Let me not beg for the stilling of my pain, but for the heart to conquer it.
Kata-kata gagah lagi bijak dari Rabindranath Tagore itu pernah menghiasi blog salah satu dari berjuta lelaki pejuang hidup di Jakarta. Iqbal Prakasa, sang kolonel pitu, pemuda kelahiran Kampung Laweyan -Solo, memang petarung tangguh dalam menjalani hidup. Dengan sosoknya yang sebesar gardu hansip begitu, saya harus berpikir jutaan kali untuk menjahilinya. Tetapi percayalah, dibalik sosok garangnya itu, dia adalah lelaki berhati lembut.
Continue Reading
53 Comments

Saya tidak menyebutnya kopdar blogger, walaupun semua yang berkumpul kemarin itu punya blog. Bagi saya, acara kemarin itu adalah acara pertemuan keluarga. Awalnya adalah keinginan untuk jalan-jalan kuliner di Bogor, menemani Zammy yang selalu lapar itu. Mungkin dia masih dalam masa pertumbuhan dan sedang beranjak dewasa, hormonnya sedang menggelegak.
Pada akhirnya “keluarga saya” menghabiskan Jumat malam, sepanjang hari Sabtu dan separuh hari Minggu untuk bertukar cerita, bersantap, saling menggoda, memadu kasih, sembari merayakan ulang tahun perempuan tercinta saya itu.
Continue Reading
59 Comments
Sudah hujan, becek, nggak ada ojek betul-betul terjadi. Ketika ojek di dapat, harus pakai acara akrobat segala, jatuh karena ojek kejeblos lubang. Itu salah satu cerita yang masih bisa membuat saya dan istri tertawa geli kalau mengingat proses kelahiran Ghilman, anak kami paling kecil.
Tidak seperti kelahiran Adri, kakaknya, yang saya tunggui (saya yang memegangnya ketika dia lahir), Ghilman lahir ketika saya sedang membunuh rasa lapar di warung sebelah rumah sakit. Urusan perut memang bikin repot, lha wong negara saja bisa morat-marit karena urusan yang satu ini kok. Entah bagaimana prosesnya. Ibunya bilang, cepat sekali bahkan nyaris tidak merasakan apa-apa. Sungsang katanya dan ukuran tubuh serta berat badannya sedikit lebih besar dari Adri ketika lahir. Sekarang, terbalik.
Continue Reading
30 Comments