MCK

MCK, mandi – cuci – kakus, tempat untuk menyelesaikan urusan bersih-bersih diri. Sebetulnya MCK begini sudah lama ada di Indonesia, sejak jaman mbuh kapan, hanya saja formatnya berbeda. Pada format lama, lokasinya mengambil tempat di mata air atau di pinggir sungai. Terbuka begitu saja, beratap langit berpagar tebingan sungai. Dalam format baru tempat mandi dan buang hajatnya tertutup rapat, sehingga gerak-gerik sang pelaku tak bisa dengan mudah disaksikan oleh orang lain, sangat pribadi. Tak heran jika tempat buang hajat itu juga kadang merangkap jadi tempat buang hasrat.


MCK tak hanya tempat untuk bersih-bersih, ada kegiatan lain yang sering luput dari perhatian. MCK sebagai tempat orang bertemu, berbincang, nggosip, ngrasani wong, hingga bicara soal politik. Pasar juga tempat ngumpul, warung kopi juga tempat ngumpul, lantas apa istimewanya MCK. Di MCK para pelakunya tampil apa adanya, ndak dandan kayak mau ke pasar. Pada MCK format baru yang tutupan, pengunjungnya sangat beragam tak dibatasi umur dan juga gender, ndak kayak di warung kopi yang didominasi laki-laki, atau di tukang sayur keliling yang didominasi perempuan.

MCK adalah tempat di mana orang tampil apa adanya dengan pendapat yang bisa dilontarkan kapan saja. Berita terkini kampung, gosip terpanas, opini bercampur dengan bau sabun cuci dan bau kakus. Tidak ada perkelahian di sana, kecuali perkelahian opini yang dikemas dalam diskusi tanpa moderasi.

MCK itu adalah tempat ndobos dan sampeyan bisa mengikuti obrolan, lontaran ide, pisuhan, caci-maki dan keprihatinan yang ada di sebuah MCK di Kampung Boker.

Join the Conversation

11 Comments

  1. Hari AIDS sedunia…., ini tahun ke empat aku ikut-ikutan merayakan. maklum tugasku sebagai konselor HIV memaksaku ikut. Kalo lagi ngeliat yang sakaratul maut…. ngenes juga sih, tapi kalo lagi liat yang “pakau”, jengkele gak ketulungan. eh.. batre ku abis nanti tak lanujtin

  2. nah… tak lanjutin, aku udah dapet stop kontak.
    Di Indonesia itu pasien HIV paling enak kok. Kalo banyak yang bilang pemerintah gak memperhatikan, we…. keterlaluan. Lha, obat gratis, tes HIV gratis, Tes CD4 bisa di reimburs ke DinKes., demikian juga tes lab untuk darah lengkap seperti HB, Lekosit, Trombosit. Tambah lagi SGPT, SGOT, Kreatinin. Lha kok bisa dibilang pemerintah gak perhatian ?
    Kalo masalah diskriminasi….. mungkin ya, tapi ya mbok liat dulu.
    Gimana masyarakat gak jengkel, udah dapat fasilitas segitu banyak, masih ngomel, bukannya bersyukur. Masyarakat melakukan diskriminasi bukan hanya karena virus itu, tapi juga karena ODHA kok gak bersyukur banget sih. Inget….., ini bisa menghilangkan simpati masyarakat yang sudah mulai muncul.
    Kalo masalah diskriminasi pelayanan kesehatan, mari kita sama-sama melakukan advokasi. Tak tulungi selama aku bisa. He…. wong klienku yo banyak je…..
    Satu lagi yang perlu diperhatikan…. itu ibu-ibu rumah tangga mulai banyak yang kena dari suami. Eh… para suami hati-hati, kalo istri kena, kemungkinan anakmu juga kena. inget istri dan suami amanat dari Allah.
    OK temen-temen seperjuangan, baik ODHA maupun OHIDA selamat berjuang. Mari kita memasyarakatkan informasi HIV/AIDS, tapi jangan meng HIV kan masyarakat ya….

  3. gimana bisa nimbrung di MCK kalo ngomongnya basa jawa? huh…rasis nih, ga terima, diskriminatip! apa indonesia sebatas MCK aja?
    apa saya harus ikut kursus basa jawa dulu kek temennya Ghilman baru boleh ikut comment disana?
    ah…emang sentimen nih keknya. keycode pun saya dapet ULAR. itu shio saya mas… 🙁 huh!

  4. Melayani Sejabodetabek : Limbah Domstik Industri; Perkantoran; Gedung; Ruko/Apartment; Perumahan; Sedot WC; Air Kotor; Saluran mampet;Rembesan & Bikin Septictank Silahkan Segera Hubungi : YANI No. Tlp. 021-92809383; 021-71013849

Leave a comment

Leave a Reply to wandi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *