Pintu WC

Pintu ke kamar kecil (wc) perempuan selalu tertutup sedangkan pintu ke kamar kecil laki-laki selalu terbuka, ngablak-ngablak, kalau perlu pakai diganjal kain pel. Paling tidak itu yang selalu saya temukan di sebuah ruang tunggu di bandar udara Soekarno-Hatta ini. Entah kenapa begitu, saya ndak pernah bertemu dengan petugas yang berwenang dengan masalah buka tutup pintu setiap kali saya mengunjungi wc itu.

Menjumpai laki-laki berkemih di bawah pohon sambil menghadap batang pohon sudah sering. Seolah itu hal yang biasa saja. Kalau menjumpai perempuan melakukan hal yang sama kok seingat saya belum pernah, atau mungkin sayanya saja yang kurang jeli (jelalatan liar).

Soal lokasi berkemih, pipis, kencing, nguyuh, tampaknya bukanlah persoalan besar bagi laki-laki. Sembarang tempat jadi, asalkan ada sedikit lindungan untuk menutupi piranti pembuangnya. Kalau perempuan, entah kenapa urusannya jadi lebih rumit, walaupun jika kepepet di manapun jadi, asalkan ada alat yang sesuai, seperti pernah ditulis oleh Mas Ipul Bangsari di sini.

Kembali ke persoalan pintu terbuka, jika di tempat terbuka di bawah pohon saja laki-laki toh masih kuasa melepas hajatnya, apalagi di tempat yang hanya pintu masuknya saja yang terbuka. Atau karena simbol pembeda wc laki-laki dan perempuan kadang sulit dimengerti, sehingga pembedanya hanya dari keadaan pintu? Pintu terbuka untuk laki-laki, pintu tertutup untuk perempuan. Entahlah.

Jika ada perempuan yang karena tergesa-gesa lantas salah masuk, ya itu rejekinya (apesnya) perempuan itu. Paling-paling yang akan terjadi adalah derai tawa para laki-laki di dalam wc, dan semu merah di wajah perempuan salah kamar itu. Agak berbeda tampaknya jika laki-laki salah masuk, akan ada jerit histeris, mungkin juga sumpah serapah.

Hal yang sama tampaknya tidak terjadi jika tempat kejadiannya di pinggir sungai. Sungai memang tidak mengenal perbedaan jenis kelamin.

Join the Conversation

19 Comments

  1. jadi ribet ya, mungkin pangkal permasalahannya kenapa alat pembuangnya itu harus “ditutupi”?

    aku sampai sekarang tidak paham, kenapa kalau cuman wudel yang keliatan tak begitu heboh.

    coba kalau yang keliatan di bawahnya….

  2. Soalnya Kalo laki2 tinggal di tutupi pake tangan ga keliata, Lha kalo wong wedok nek ditutupi tangan …buyar kemana2….

    Mita karo Pito…sepertinya ga ngaruh kalo ga di tutup.

  3. lha iya, para wanita itu suka diskriminatip, kalo salah masup ke wc pria kita seneng-seneng aja kok, lha giliran kita salah masup ke wc wanita, kok kita disumpahin **geleng-geleng**

  4. mending design-nya di bikin ga usah pake pintu, tapi pake trompet alarm, klo wedhook yg salah masuk trompetnya bunyi…tererererettt…. gombal (hihihi abis dapet gombal neh passwordnya)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *