Karya Para Burung Hantu

satu.jpg

Ya, kemarin itu Gage ada berkunjung ke tempat saya, tetapi bukan untuk cengengesan atau jemur-jemur. Lha wong orang itu apa yang mau dijemur? Kalau ikan asin sih dijemur laku, sementara Gage itu jika dijemur apa ndak semakin jomblo? Singkatnya, Gage berkunjung untuk saya perhamba.

Sejak pindah ke rumah blog ini dari rumah blog yang lama, perwajahan blog saya menggunakan perwajahan yang dibuatkan oleh Zam mahluk narsis dan baik hati itu. Tidak ada yang salah dengan perwajahan tersebut. Tetapi sebagai lelaki paruh baya yang mulai genit (lagi), ada keinginan untuk kembali berdandan dan tampil dengan dandanan baru. Gage lantas secara khusus saya datangkan agar saya dapat bergenit-genit. Begitulah sedikit kisah mengapa Gage, yang datang dengan sekertarisnya yang kebangetan ituh, ada di Bali. Keduanya merupakan mahluk malam macam burung hantu, yang cocok untuk pekerjaan miskin tidur begini. Sepasang burung hantu bermahkota bulan, kata lirik sebuah lagu jadul.

Gage tidak sendiri dan saya harus menyebut nama Iyay, burung hantu lainnya, sebagai salah satu aktor di belakang layar yang berperan sangat banyak dalam perubahan perwajahan blog ini. Memperkosa, begitu istilah mereka. Istilah biarlah tinggal istilah, apapun itu, saya menikmati proses perkosaan yang mereka lakukan. Hingga merinding disko saya dibuatnya.

Saya belajar banyak sekali dari proses pembuatan perwajahan tersebut. Betapa itu semua tak mudah sebetulnya, paling tidak untuk saya yang nyaris buta dengan dunia seperti ini. Belajar untuk memahami apa yang dikerjakan orang lain (yang tampaknya sepele itu) membuat saya untuk tidak semena-mena dalam memperlakukan hasil kerja mereka.

Pada akhirnya, wajah baru ini adalah hasil kerja banyak orang. Saya sebagai pengguna, yang hanya bisa prentah-prentah saja, wajiblah berterimakasih kepada mereka-mereka itu. Jika ada kritik dan saran, alamatkan saja ke para burung hantu itu. Itu urusan mereka, bukan urusan saya.

Join the Conversation

51 Comments

  1. aya sebagai pengguna, yang hanya bisa prentah-prentah saja, wajiblah berterimakasih kepada mereka-mereka itu.

    betul itu, bos memang harus banyak perintah. yen ra mrentah, nggo opo dadi bo?

  2. kotak2 kecil itu sepertinya hasil genit2annya yah, eh kok rasa-rasanya ada yang kurang pas ya. Termasuk Ok yang OWKEY. kegenitan ga sih? gimana kalo WOKEH ajah, biar terkesan MANTABS. cuma usul lo

  3. Ternyata begini wajah orang kalo habis diperkosai (kok pake ‘i’ sih?)…. bener kata Edi D Iskandar, novelis cabul yang terkenal itu. Katanya orang yang habis diperkosa (tanpa ‘i’) itu lemes, kuyu, lusuh dan me-nggilani-kan. Sama kayak blog ini (hehehe… siap2 dibantai nih, ngejek wong tuwo sakkepenakke…) Tolong diperkosai lagi biar tambah greng… Biasanya kalo diperkosai kedua kali udah nggak begitu lusuh.. Ya to? Owkey?

  4. Doooh, sekarang ini saya harus menghindari Mac Ndobos nih. Secara kerjaan di sinilagi nyebelin, tapi malah tiap kali disodori gambar manusia yang ngakunya kerja di Bali tapi gambarnya plesiran melulu….

    😀 😀 😀

Leave a comment

Leave a Reply to Deny Sri Supriyono Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *