Prelude

ultah.jpg

Nana berulang tahun, sebuah alasan bagus untuk bercengkerama. Maka sore itu, saya, Nana, Anima dan Dewi asik berbincang hingga lebih dari 5 jam di sebuah tempat duduk-duduk sembari ngemil di Sanur. Sayangnya Dental sedang sangat sibuk sehingga batal datang.

Saya masih ingat pertama kali bertemu dengan mereka. Relatif belum lama berselang. Saya mengenal mereka terlebih dahulu dari tulisan-tulisan mereka di blog. Tulisan-tulisan yang saya senangi dan lantas saya kagumi. Blog memang dunia ajaib. Nyaris tidak ada kecanggungan ketika saya pertama kali bertemu mereka. Paling tidak saya begitu. Entah kalau mereka saat itu merasa bingung.

Jumlah pertemuan saya dengan mereka masih bisa dihitung dengan jari sebetulnya. Ada memang keinginan kami untuk bertemu lebih sering, seperti yang dilakoni oleh teman-teman BHI dan CahAmbyar itu. Toh di Bali ada banyak lokasi yang bisa dijadikan tempat nongkrong. Jum’at malam memang waktu yang pas, anggap saja sebagai prelude hari libur.

* Foto oleh Anima.

Join the Conversation

28 Comments

  1. wooooo . . . itu nananias to . . . . . .
    tak kira megawati . . . . . . . .
    lha kok jare hedi . . . mengumpulkan massa . . . .
    met ultah na . . . . . . . umur berapa sekarang . . . .
    sudah besar ya . . . . πŸ˜›

  2. lubang itu diskriminatip ya! apalagi yang di tengah…
    kan mestinya bisa menyesuaikan diri dengan yang hendak lewat. jadi ya harusnya bentuknya bukan memanjang, tapi melebar.

Leave a comment

Leave a Reply to antobilang Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *