Daging X

daging.jpg

Sanur sebagai kawasan wisata, termasuk wisata birahi, ah banyak yang sudah tahu itu. Tanyakan pada Anto yang pernah mencari tempat pijet pada saat kunjungannya terkahir ke Bali, dia lebih tahu dari saya. Mas Iman juga ada memberi informasi tambahan, “daerah sanur..jalan danau ..danau itu
( hi hi hi nomor rumah selalu ada tambahan huruf xxx )
“, begitu komentarnya di sini.

Binis begini juga sering kali disamarkan dengan istilah “bisnis daging”. Seperti yang diucapkan oleh supir taxi pencari tambahan penghasilan diluar argo, “dagingnya masih seger Pak“. Entah kenapa daging yang dipakai, bukan bunga seperti umumnya perempuan diumpamakan.

Spanduk yang saya temukan di sebuah jalan di Sanur tidak menjual daging seperti itu. Sebuah papan kecil di samping tempat usaha ini mencantumkan kata butcher, tukang jagal ternak. Walau begitu, saya toh tetap tersenyum melihatnya. Mungkin karena otak saya memang perlu dicuci.

Kata lain yang juga sering dipakai dalam bisnis birahi adalah “barang”. “Ada barang baru Pak, baru datang dari Bandung“. Atau, “barangnya bersih Pak“, rayu seorang perantara yang nongkrong di depan rumah bernomor tambahan X seperti yang disebutkan oleh Mas Iman tadi. Ah, kenyataan hidup yang ada di manapun, termasuk di Bali yang dijejali turis-turis yang mungkin tak cukup hanya menikmati keindahan pantai, sawah dan budaya.

Saya bukanlah ahli dalam soal-soal pelacuran, pengamatpun bukan. Bagi saya, terganggunya lamunan sembari jalan pagi menuju kantor oleh sapaan ramah yang menawarkan daging, adalah hal yang menjengkelkan. Ndak usahlah ngomel, biasakan diri saja dengan gangguan itu, sama seperti halnya saya membiasakan diri dengan gonggongan anjing di perempatan jalan itu.

Join the Conversation

42 Comments

  1. di mana mana pelacur itu ada rupanya. benar berarti kalau ada yang bilang “kota tanpa bordil ibarat rumah tanpa kakus”

    * tapi di bali tak perlu jengkel dengan copet kan mas

  2. satu lagi, istilahnya “ayam”,
    tapi sayangnya saya belum pernah denger ” ada pitik baru mas, masih seger…”

  3. Entah kenapa daging yang dipakai, bukan bunga seperti umumnya perempuan diumpamakan.

    biar ga bias gender oom…sekarang kan pelacur cowo ada juga…
    duh..jadi malu ikke :”>

  4. nek neng ternate istilahe luwih lugas pakde… ora isin-isin! pokoke nek salon sehat tur bersih ya ana tulisane “SALON ANU – NO SEX!!” kaya kuwe pakgede!!! ๐Ÿ™‚

  5. jadi yg dijual itu daging? atau anjing? atau daging anjing?

    @mas iman: kena gigi uan kembali, kena lidah uang nambah, kena pantat tambah nikmat..

    @kang pitik: hwakaakakakakak… *siap-siap garpu* endi silitmu? ๐Ÿ˜€

  6. wahhh, itu dagingnya pasti udah kadaluarsa yaa….soale daging yang begituan bisa menyebabkan kehilangan barang-barang berharga seperti : cincin kawin , jam tangan . hiiiiiiiiii seyeeemm..

Leave a comment

Leave a Reply to aprikot Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *