Negara Aman?

olimpiade.jpg

Jalur Obor Olimpiade Dijaga Ketat. Begitu judul berita di Koran Tempo halaman A20 hari ini (Rabu, 16 April 2008), yang memberitakan seputar acara Kirab Obor Olimpiade 2008 yang akan berlangsung pekan depan. Akan lebih pas jika judul beritanya diubah sedikit menjadi Jalur Obor Olimpiade Akan Dijaga Ketat. Ah, tapi saya tidak ingin mempersoalkan judul berita, saya lebih tertarik dengan isi beritanya.

Alkisah, pengamanan acara tersebut akan ekstraketat, untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa yang bisa jadi muncul sebagai jawaban dari situasi di Tibet yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Di beberapa negara, aksi unjuk rasa toh telah terjadi, dan itu dirasa sebagai publisitas buruk bagi olimpiade yang akan berlangsung di Cina.

Apa saja yang akan disiapkan oleh panitia di Indonesia? Panitia tampaknya tidak mau ambil resiko. Polisi dirasa tidak cukup, kabarnya panitia juga akan meminta bantuan lima kompi pasukan dari Tentara Nasional Indonesia. Polda Metro Jaya sendiri kabarnya akan mengerahkan 1.800 personel dan 33 orang anggota Detasmen Khusus 88 Antiteror yang tersohor itu.

Lantas kenapa diperlukan begitu banyak polisi dan tentara untuk perhelatan itu? Ah, jawabannya ada di berita tersebut. Maaf jika reaksi saya adalah ngakak dahsyat ketika selesai membacanya. Jawaban dari Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo adalah : “Kami ingin membuktikan bahwa negara kita aman.”

Menurut saya jika hendak membuktikan bahwa negara kita aman, ya ndak usah dijaga saja acara itu.

Foto diambil dari sini.

Join the Conversation

34 Comments

  1. [..]Tibet dan Burma. Sejak rusuh Tibet tiga pekan lalu, gerakan solidaritas dunia mulai muncul. Persis seperti aksi massa yang dipimpin para Biksu Budha di Burma, yang pada akhirnya mendapatkan dukungan Internasioal. Kedua momentum tersebut seakan-akan memilki kondisi yang sama, yakni ketertindasan- dikerangkengnya kebebasan HAM dan Demokrasi rakyat Burma dan Tibet. Walaupun mungkin terkesan terlalu berlebihan untuk menyetarakannya, akan tetapi pada kenyataannya dua momentum tersebut adalah contoh perjuangan dan kepemimpinan politik dari para Biksu Budha[..]

  2. wakakakaka, tingkat keamanan negara dilihat dari jumlah tentaranya, ya? ini cuma obor udah heboh. padahal wilayah NKRI itu dari Sabang sampe Merauke. jadi jangan2, karena menjaga obor olimpiade, ada daerah yg kemanannya sudah rendah jadi minus?

  3. hahaha mirip pertandingan bola di liga kita, makin banyak aparat berarti kesannya laga itu penuh resiko…beda tho sama liga inggris yang polisinya ga keliatan, kecuali orang berjaket merah bertuliskan “steward”

    bu rita…bu rita 😛

  4. Saya jadi inget tulisan GM: Rezim yang mengandalkan bedil adalah rezim yang tidak percaya pada dirinya sendiri (kira2 begitu, saya nggak inget persisnya).

    Btw, kurang 1 macam personel tuh: Pawang hujan! Nggak lucu aja (sebenernya, bakal lucu banget sih) ketika ribuan tentara menjaga pawai obor olimpiade dengan ketat (asumsinya diadakan di tempat terbuka seperti di negara2 lain), trus hujan deras turun dan mematikan apinya. Mana nggak ada ojek, becek…

  5. yang tadinya ndak kepikiran mau ngrusuhi, pas tau klo dijaga ketat jadi malah pengin ngrusuhi…

  6. Kayaknya saya ditawarin ikut poling sama penyelenggara obor olimpiade di Indonesia deh. Isi polingnya begini:
    Indonesia adalah negeri yang aman untuk dilewati obor olimpiade
    (A) SETUJU (B) SETUJU (C) SETUJU

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *