Taplak

Begitulah, saya berada di kelas bisnis (mereka menyebutnya Executive Class) dalam penerbangan Denpasar ke Jogyakarta kemaren. Bukan soal besar dan tidak ada yang istimewa sebenarnya. Selayaknya pelayanan di kelas “lebih” begini, pada saat makanan akan disajikan, meja kecil itu diberi taplak, makanan dihidangkan di piring keramik dan minuman disajikan dalam wadah gelas (bukan plastik).

Makanan dalam penerbangan pagi itu adalah sekerat kecil (untuk ukuran saya) roti/bread roll dengan sejumput wijen di atasnya yang diisi tuna, jagung manis dan mayonnaise sebagai hidangan utama. Selain itu juga dihidangkan sekerat bolu lapis dan kopi (boleh minta sekembungnya). Saya tidak suka hidangan utamanya.

Dengan sopan disertai senyum setulus mungkin, saya memanggil awak kabin (sebut saja namanya Mbak Ramah) dan bertanya apakah hidangan utama saya itu boleh diganti dengan makanan dari kelas ekonomi saja. Mbak Ramah mengangguk setelah dahinya berkerut, walau sekejap. Tidak perlu menunggu lama, hidangan itu datang. Saya menikmatinya … dan saya minta lagi.

Saya menceritakan pengalaman tadi ke teman. Reaksinya sudah bisa ditebak, saya dihina-hina. Dari mulai soal lidah kere hingga perut karung. Baginya, orang seperti saya pantasnya duduk di kelas kambing saja. Percumah membayar lebih, toh kelakuan saya tidak menjadi lebih beradab. Saya tidak membalas komentarnya karena tadinya saya pikir dia benar.

Dia salah … saya kemaren itu makan di meja yang memakai taplak !!

Join the Conversation

41 Comments

  1. walaupun taplak dari kelas ekonomi, kalau yang pakai mbak Ramah . . . wow . . bisa lupa yang di rumah . . 😛
    *jadi gag penting gap eksekutip ma ekonomi, tapi kelasnya mbak Ramah dan mbak yang di rumah itu*

  2. gyahahaha
    dasar ndeso!
    eh tp kalo pakde mengalami di montor mabur, saya mengalami di sepur eksekutif.
    kademen!
    hahahahaha. ternyata memang saya ini ndeso.

  3. kesalahan lain dari teman sir adalah menganggap sir tidak pas duduk dikelas selain kelas kambing.

    emangnya bisa penumpang dikelas ekonomi minta makanan buat penumpang kelas eksekutif? kan ndak.

    sir itu malah makin terlihat eksekutif saat meminta makanan dari kelas ekonomi. meminta dan mendapatkan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *