Pesawat Cantik Untuk Mudik

susi2.jpg

Saya menyukai hal-hal seputar dunia penerbangan. Bapak saya dahulu bilang bahwa saya pertama kali naik pesawat terbang umur 6 bulan. Entah apa itu ada hubungannya dengan kegemaran saya yang satu ini. Saat inipun saya sering bepergian dengan menggunakan alat transport udara. Karenanya saya berkesempatan untuk melihat dan menaiki banyak jenis pesawat terbang, terutama pesawat penumpang. Kegemaran yang ganjil buat banyak teman.

Lantas tadi saya diberi kabar seorang teman sesama penggemar pesawat terbang tentang kehadiran pesawat Piaggio P.180 Avanti di Indonesia. Agak basi sih sebenarnya, karena menurutnya pesawat ini sudah ada di Indonesia sejak bulan Juli lalu dan dioperasikan oleh perusahaan penerbangan Susi Air dengan registrasi PK-VVX. Oleh Susi Air, pesawat ini diperuntukan untuk VIP charter services.

Bagi saya ini pesawat Piaggio P.180 Avanti adalah pesawat yang menarik sekaligus cantik. Bentuknya tidak umum, futuristik. Konfigurasi mesinnya yang menerapkan jenis pusher configuration juga tidak seperti kebanyakan pesawat lainnya. Selain itu, ada tambahan sayap kecil (canard) di dekat hidung pesawat. Pesawat mungil ini mampu dijejali hingga 9 penumpang, walaupun demikian Susi Air membuat konfigurasi untuk 6-8 penumpang dan bisa diubah dengan cepat untuk dijadikan sebagai ambulans udara.

Ukuran boleh kecil, tetapi kemampuannya yahud punya. Pesawat bermesin ganda ini mampu digeber hingga lebih dari 700 km per jam, mampu terbang hingga ketinggian lebih dari 12 km di atas permukaan laut, mampu mendarat di landasan pendek dan memiliki daya jelajah hingga 2.200 km. Ini artinya, terbang dari Jakarta ke Kupang bisa dilibas tanpa singgah. Walaupun bertenaga besar, tetapi pesawat ini memiliki kabin yang senyap berkat konfigurasi mesinnya yang tidak umum itu. Ruang kemudinya juga tidak penuh sesak dengan berbagai radas avionik, semua tertata rapih dengan glass panel.

Akan tetapi yang bagi saya membuat pesawat buatan Itali ini lebih menarik adalah keramahannya terhadap lingkungan. Pesawat ini irit bahan bakar, hanya menenggak 100 Gallon per jam, bandingkan dengan pesawat bisnis jet seperti Falcon 2000 yang menenggak 330 Gallon per jam atau Gulfstream 400 yang menenggak 415 gallon per jam. Pabriknya, Piaggio Aero, mengklaim bahwa buangan CO2 nya  40% lebih kecil dibanding pesawat bisnis saingannya.

Saya menyukai pesawat ini, walaupun belum pernah menaikinya. Atau … mungkin saya beli saja satu, toh kabarnya harganya hanya US$ 5,3 juta. Lagi pula kalau beli sekarang mungkin ada diskon lebaran. Lumayan buat mudik.

Foto diambil dari brosur Susi Air.

Join the Conversation

31 Comments

  1. Kalo tau waktu itu Susi Air punya pesawat ini, aku gak milih Cessna Caravan kali :P. Beli empat aja Kang. Satu warna putih, satu yang warna biru, satu warna merah maroon, satu lagi warna kamuflase dove 🙂

  2. wah, selain hobi burung, pakde memang hobi dengan berbagai hal tentang dunia aviasi.

    cantik banget bentuknya, sayap utama yg agak ke belakang dengan mesin yang juga ada di belakang membuat pesawat lebih stabil. mirip-mirip kayak pesawat MD 😀

    btw, Susi Air sekarang emang lagi gencar-gencarnya bikin rute penerbangan alternatif. jadi pengn nyobain kapan-kapan.. 😀

  3. Ah.. bentuknya seperti hiu kepala palu.

    Apa fungsi sayap depan yg pendek itu? Penyeimbang sayap belakang krn posisi sayapnya tidak ditengah?

    Baling-baling pun menghadap belakang, berarti motornya berputar terbalik?

    Btw, kaca pesawat itu boleh riben toh?

  4. tiga pasang sayap, jadi inget triplane. piaggio, malah inget vespa.. pusher? UAV? 😀

    @gage: canard emang buat penyeimbang (stabilizer) + bantu pesawatnya untuk naik. tapi kalau ada canard dan T-Tail -plus canardnya fixed (ngga bisa digerak2in) dan kecepatannya sampai segitu- berarti stabilizer nya justru ada di belakang (sayap belakang yg mirip huruf T itu).

    kalau bener, dapet es teh yaa.

Leave a comment

Leave a Reply to -tikabanget- Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *