Saya Waras

Saya mengikuti rapat yang diadakan oleh sebuah instansi pemerintah. Banyak hal yang menurut saya ganjil.
Kantor tersebut memiliki ruang rapat yang bagus, lebih dari sekadar memadai. Lantas, kenapa rapatnya diadakan di hotel?

Hal lain, nyaris seluruh peserta berasal dari kota tempat rapat ini dilaksanakan. Lantas, kenapa hampir semua mereka diinapkan di hotel tempat rapat berlangsung?

Saya naΓ―f, begitu kata seorang kawan. Mungkin saya naΓ―f, tapi saya yakin saya waras.

Join the Conversation

26 Comments

  1. Pakde waras, bagi orang-orang yang punya pemikiran sama. Tapi bisa jadi dianggap tidak waras bagi orang yang berseberangan pemikiran dengan pakde πŸ˜€

    *saya temenin jadi waras, dhe*

  2. Saudara tidak waras karena tak paham prinsip birokrasi:
    1. Kalau bisa mahal kenapa harus murah
    2. Kalau bisa lama kenapa harus cepat
    3. Yang namanya anggaran itu untuk dihabiskan, sebab kalau sisa atau utuh akan dianggap tidak mampu mengelola kas
    4. Yang namanya rapat itu bukan bagian dari kerja, kecuali yang berjudul “rapat kerja”

    Tapi kita kok sama ya? Mari bikin Paguyuban Ora Waras (Pagowa).

  3. Timku pernah rapat dgn instansi pemerintah di bulan puasa sampe malam.
    Dpt jatah hotel jg. Dan dapat jatah makan sahur.
    Tp kupikir mungkin karena kami berkantor di BSD dan sebagian besar karyawannya tinggal di sana. πŸ˜›
    Jd setiap ke Jakarta selalu difasilitasi.
    *komentar polos*

  4. kalau mereka nggak waras, rapatnya di rumah sakit sumber waras aja ya Pak Sir.. lagian ngeselin. rapat, lokakarya, seminar di hotel itu bikin hotel fully booked di mana-mana, bikin turis dadakan pontang-panting.. (eh, itu mah hotelnya seneng yak…)

  5. Waras atau tidak itu tergantung dari perspektif mana kita melihatnya, saya bisa katakan bapak waras maupun tidak tergantung dimana posisi saya saat itu. Tapi kalo berbicara soal “ideal” saya katakan bapak 100% WARAS! buktinya bisa ngeblog

  6. Tuh… bulan apa sekarang? jelang akhir tahun kan? pas banget buat menghabiskan anggaran. Daripada bingung pengadaan inventaris atau bikin program yang njelimet, paling gampang bikin acara di hotel karena anggaran yang ‘terserap’ besar. Efektif kan, he3 Plus ada cash-back yang nggak kembali ke APBN hihihi, lumayan buat beli pulsa atau pembubaran panitia πŸ˜€

  7. beberapa orang menyampur adukan antara wisata dengan training atau rapat. tinggal tunggu saja tipe orang ini sampai di jabatan tertentu, tidak peduli swasta atau pemerintah, sama saja nasibnya.

  8. Justru Pakdhe yang nggak waras alias (maaf nih yee) gila. Kriteria gila adalah ketika seseorang menampilkan dan/atau berpikir bahwa dirinya berbeda dengan orang-orang kebanyakan (mayoritas). Orang ini disebut minoritas. Minoritas di sekililing kita saat ini adalah orang gila. Lha kalo Pakdhe yang berada di Suminar itu ya berarti Pakdhe ki sing minor alias ora waras… Wakakakakak.

    Piss man…. πŸ˜€

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *