Punya

otak.jpg

Karena sebab ini itu yang “ya begitu deh”, kepala saya harus dipindai dengan CT Scan dan MRI. Tidak ada yang istimewa mungkin, terutama bagi sang operator alat. Untuk saya, kalaupun ada yang istimewa maka itu adalah, sekarang saya punya bukti amat sangat kuat kalau saya punya otak. Perkara otaknya dipakai atau tidak, itu soal lain. Seperti tergambar pada percakapan dengan kawan berikut ini :

Saya: Sekarang, saya punya bukti sangat kuat kalau saya punya otak. *dengan nada pongah*
Kawan: Punya doang? Dipakai nggak? *dengan nada nyinyir*


Akibatnya saya hanya bisa menjawab dengan kalimat norak ultra defensif “Mau dipakai atau nggak itu urusan saya, yang penting saya punya. Ngerti!!!” Tidak ada yang salah sebenarnya dengan pertanyaan kawan itu. Toh kalaupun arah pertanyaannya adalah saya sering sekali ndak pakai otak mungkin dia benar. Saya hanya sekadar punya, yang rasanya kok gimana gitu ya.

Sekadar punya apa yang bikin repot? Sekadar punya uang, tapi ndak pernah dipakai. Ini mengingatkan saya pada Paman Gober (Scrooge McDuck), bebek kaya raya super kikir ciptaan Carl Barks, yang hobinya berenang di uang logam itu. Dia harus membangun gudang uang maha besar dan menjaga uang-uangnya dari para bandit. Praktis uangnya hanya dipakai untuk menjaga uangnya (mumet?).

Lantas apa lagi yang saya sekarang sekadar punya? Blog. Iya, blog ini. Jarang sekali saya tengok, apalagi saya update. Kadang terlantar beberapa minggu kalau tidak malah lebih. Pernah saya sampai lupa apa kata sandi untuk mengunggah tulisan.Urusan ini memang agak menjengkelkan, terutama kalau ada kawan yang bolak-balik tanya, walaupun sebenarnya saya pernah bilang bahwa blog ini akan saya update secara berkala … kala sempat.

Apakah ini artinya semangat berbagi saya lewat text menurun? Sebentar, ini ada dua hal. Pertama, semangat berbagi saya rasanya tidak menurun, mungkin malah bertambah. Ini kegiatan yang paling saya nikmati. Dahulu seorang kawan ada berkata, “Berbagi tak pernah rugi.” Karena saya semprul dan sontoloyo, kalimat bagus itu saya tambahi “Berbagi tak pernah rugi, apalagi tidak berbagi.” Pada kenyataannya, kalau saya tidak berbagi saya yang rugi. Paling tidak, saya tidak bisa mengeluarkan uneg-uneg saya.

Kedua soal berbagai lewat text. Saya akui kemampuan saya dalam menghasilkan tulisan sudah jauh menurun jika dibandingkan dahulu yg pernah sampai satu tulisan per hari bahkan lebih.Banyak hal bisa saya tuding sebagai penyebab, dan saya tahu persis, hanya dengan menuding tidak akan menyelesaikan masalah (lho, masalahnya apa ya?).

Dengan nada menuduh saya yakin sampeyan juga mestinya punya sesuatu yang sekadar punya. Bisa cerita soal itu?

Join the Conversation

16 Comments

  1. Perkara migren kah sampai harus CT scan segala? Cepet sembuh, pakdhe. Cucu menunggu didongengi soal burung dan ikan loh :p
    *edisi serius secara bahaya bikin kesel orang (yang) tua sakit*

  2. kl gak pernah dipake katanya lebih mahal pak dhe,krn masih ori.
    Sakit kepalanya mungkin krn terlalu banyak “sampah kata” di otak njenengan pak dhe.Harus sering “dibuang” di blog ini.Toh banyak juga “pemulung2” yg menikmati.Yaa kaya saya ini

Leave a comment

Leave a Reply to choro Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *