
Serangga yang punya banyak nama, kadang namanya dijadikan makian. Kecoa, lipas, coro, tiga dari banyak nama yang diberikan kepada serangga ini. Serangga yang identik dengan yang kotor-kotor, jorok, menjijikkan, penghuni selokan, pembawa penyakit, pengundang rasa panik, bergidik bahkan jerit histeris apalagi jika ia terbang mendekat.
Dalam dunia serangga, kecoa digolongkan dalam ordo Blattodea dan masih berkerabat dekat dengan rayap. Tidak kurang dari 4.500 spesies kecoa yang diketahui ada di dunia ini. Akan tetapi hanya 30an spesies saja yang hidupnya dekat dengan manusia. Hanya dua spesies dikenal akrab oleh manusia yaitu Periplaneta americana (yang artinya hewan pecicilan dari Amerika, walaupun sebenarnya ia berasal dari Afrika) serta kecoa yang lebih kecil Blattella germanica (yang artinya kecoa dari Jerman, walaupun aslinya berasal dari Asia Tenggara).
Kecoa adalah serangga purba yang telah ada ratusan juta tahun di bumi ini bahkan kecoa purba sudah ada puluhan juta tahun sebelum dinosaurus muncul di bumi. Bentuknya tidak berubah banyak sejak kecoa hadir di bumi. Ini menandakan kecoa memang cocok untuk hidup di bumi dengan segala tantangannya. Namun demikian kecoa adalah hewan berumur pendek, hanya 1-2 tahun saja dalam kondisi ideal.
Kecoa adalah hewan yang aktif di malam hari. Ia adalah hewan pemakan segala (omnivora) yang ekstrim, segala bisa jadi santapannya mulai dari sisa makanan, kertas, sabun sampai lem. Kecoa adalah penghuni tempat yang lembab nan sempit yang menjauhkannya dari predator alaminya, tokek.
Kekuatan superhero kecoa antara lain ia mampu bertahan hidup tanpa makan selama sebulan dan seminggu tanpa minum. Lebih gilanya lagi, ia masih sanggup hidup beberapa hari bahkan jika kepalanya dipenggal. Konon kecoa masih mampu kawin tanpa kepala. Tetapi kabar bahwa kecoa tahan terhadap radiasi dosis tinggi tidak sepenuhnya benar. Kecoa lebih tahan radiasi dibandingkan manusia adalah benar, tetapi kemampuannya tidak seberapa dibandingkan dengan serangga lain, lalat buah (Drosophila melanogaster) yang sering dijadikan hewan percobaan terutama untuk praktikum genetika, jauh lebih tahan terhadap radiasi. Akan tetapi kemampuan kecoa untuk tahan terhadap insektisida yang sering dijual di minimarket memang patut dipujikan. Reaksi kecoa juga luar biasa cepatnya, jauh lebih cepat dari manusia. Kecoa mampu merasakan perubahan angin dan getaran dalam waktu 0,1 detik.
Adalah benar jika kecoa berasosiasi dengan lingkungan yang kotor, sehingga ia menjadi pembawa berbagai macam penyakit. Walaupun demikian, kecoa adalah hewan yang sangat peduli dengan kebersihan dirinya. Mau membuktikannya, gampang, sejauh anda tidak jijik dengan kecoa. Tangkap kecoa, lalu sentuh muka dan sungutnya dengan punggung jari anda. Kecoa lantas akan sibuk membersihkan tempat yang anda sentuh tadi. Lucu juga melihatnya.
Jika anda merasa jijik kecoak ada di sekitar anda, maka jagalah kebersihan rumah, kelola sampah makanan dengan benar, perbaiki kebocoran pipa air (jika ada), dan tutup celah-celah sempit yang menjadi tempat kesukaan kecoa. Sebagai pelengkap, anda bisa memelihara tokek di rumah. Itu jika anda tidak jijik dengan tokek.
Tinggalkan komentar