
Saat ini sedang hujan, tidak terlalu deras, hanya petirnya saja yang heboh. Lama tinggal di Bogor, petir tidak lagi membuat saya terperanjat. Saya menikmati hujan, terutama bau yang menguar pada saat hujan mulai turun.
Bau hujan ini dinamai Petrichor, dari Bahasa Yunani kuno Petra (batu atau tanah) dan Ichor (cairan yang mengalir di pembuluh darah para dewa). Dari mana Petrichor ini berasal? Adalah Isabel Joy Bear dan Richard Thomas, dalam jurnal Nature tahun 1964 yang mengamati dan menjelaskan asal kimiawi dari aroma hujan ini.
Petrichor bukan berasal dari air hujan, tetapi berasal dari ulah bakteri yang ada di tanah. Bakteri ini, Actinobacteria, menghasilkan senyawa kimia yang bernama Geosmin, dari Bahasa Yunani kuno Geo (tanah) dan Osme (bau). Geosmin inilah yang terbawa ke udara melalui percikan air pada saat hujan dan menguarkan bau segar yang khas.
Saya suka hujan, waktu kecil dahulu jika hujannya cukup deras, Ibu saya menyuruh saya dan adik saya untuk bermain di luar, mandi hujan dan main lumpur. Bagusnya, masa kecil saya bukan di daerah yang petirnya sambar menyambar. Hanya air hujan saja. Setelah selesai mandi hujan, Ibu memandikan kami lagi dengan air dingin dari bak mandi dan setelahnya meluluri sekujur badan dengan minyak kayu putih. Lantas, ada suguhan teh manis hangat. Petrichor mengingatkan saya tentang masa-masa menyenangkan itu.
Kali ini saya menikmati hujan sambil mengelus kucing ditemani kopi panas. Semoga hujan hari ini tidak bikin bencana longsor atau banjir di tempat lain.
Tinggalkan komentar