Kucing Menggemaskan Tetapi Mematikan

Saya bisa dikatakan menyukai kucing, cat person. Di rumah ada empat ekor kucing jalanan yang saya pelihara setengah liar. Menggemaskan tingkahnya. Tetapi sesungguhnya kucing adalah hewan yang mematikan. Sebagaimana keluarga kucing lainnya dari mulai Rusty-spotted cat yang kecil hingga Singa Afrika adalah predator, pemangsa.

Kucing domestikasi ini telah berkontribusi secara signifikan bagi punahnya banyak spesies burung, terutama burung yang hidup di pulau-pulau kecil.

Contoh yang paling terkenal, juga karena ceritanya dilebih-lebihkan, adalah cerita tentang punahnya Lyall’s wren atau dikenal juga sebagai Stephens Island wren (Traversia lyalli). Pada saat burung ini “ditemukan” oleh sains pada akhir tahun 1800an, burung ini hanya ada di Pulau Stephen di Selay Cook, Selandia Baru. Pulau kecil seluas 150 hektar.

Ada mercusuar yang dibangun di Pulau Stephen dan samg penjaga mercusuar memiliki seekor kucing peliharaan bernama Tibbles. Tibbles inilah yang jadi tersangka utama sebagai pemangsa Lyall’s wren hingga punah dari Pulau Stephen yang juga berarti punah dari muka bumi. Ceritanya tidak sepenuhnya benar, karena pada saat itu sudah ada banyak kucing di Pulau Stephen.

Ada beberapa jenis burung lain yang juga punah dan kucing berkontribusi besar terhadap kepunahannya. Misalnya burung Macquarie Island Parakeet, Guam Rail dan Chatham Island Fernbird. Sementara beberapa jenis lain nyaris punah karena kucing, seperti Kakapo, burung paruh bengkok nokturnal yang tidak bisa terbang dari Selandia Baru.

Sebuah studi di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Loss dan kawan-kawan berjudul “The impact of free-ranging domestic cats on wildlife of the United States” pada tahun 2013, di Amerika Serikat saja, kucing peliharaan ini memangsa sekitar 4 miliar burung per tahun.

Di Indonesia bagaimana? Sebagai negara dengan banyak pulau kecil dan banyak satwa burung yang penyebarannya sangat terbatas, sayangnya belum banyak penelitian tentang hal ini. Satu hal yang pasti, kucing peliharaan saya beberapa kali membawa pulang burung hasil buruannya ke rumah dari mulai emprit hingga burung merpati peliharaan tetangga.

Komentar

2 tanggapan atas “Kucing Menggemaskan Tetapi Mematikan”

  1. Blogombal Avatar

    Dulu banget saya pernah membaca kisah ini tetapi hanya selintas dan kurang lengkap. Namun kisah di pulau itu menyadarkan saya bahwa khayalan masa kecil melepaskan seekor kelinci jantan dan beberapa betina ke sebuah pulau kosong dan ke lereng Gunung Telomoyo bisa saja membayakan lingkungan.

    Suka

  2. Blogombal Avatar

    Dulu banget saya pernah membaca kisah ini tetapi hanya selintas dan kurang lengkap. Namun kisah di pulau itu menyadarkan saya bahwa khayalan masa kecil melepaskan seekor kelinci jantan dan beberapa betina ke sebuah pulau kosong dan ke lereng Gunung Telomoyo bisa saja membayakan lingkungan.

    Suka

Tinggalkan komentar