Jika atribut di judul itu dikaitkan dengan manusia, tertuduhnya pasti perempuan, walaupun tak semua perempuan begitu adanya. Tetapi hal tersebut justru kebalikan di dunia burung. Atribut di atas adalah milik hewan jantan.
Burung jantan sangat cerewet pada saat mengumumkan wilayah teritorialnya atau saat menarik perhatian betinanya, sangat pesolek dengan warna bulu yang cerah berwarna-warni dan sangat piawai dikala menari untukmemikat betina.
Salah satu contoh yang sering dipakai adalah pada keluarga burung cendrawasih. Jantan burung cendrawasih sangat berwarna sementara betinanya warna bulunya lebih “membosankan” atau dull istilahnya.Jantan juga sangat cerewet memanggil hewan betinanya. Jika ada betina yang mendekat, jantan mulai menariuntuk menarik betina.
Contoh lain adalah pada burung merak. Bulu ekor merak yang sangat cantik warnanya, dikembangkan seperti kipas raksasa untuk menarik betina, dan jika ada betina yang mendekat, tarian merak akan menyusul.
Masih banyak contoh lain dari betapa genitnya burung jantan untuk menarik betinanya. Akibatnya apa? Burung jantan menjadi sasaran untuk diambil bulunya sebagai hiasan untuk pakaian kebesaran, atau yang juga populer adalah menjadikan burung-burung jantan tadi sebagai hiasan dengan cara mengawetkan tubuhnya utuh lantas dimasukan ke kotak kaca. Benar-benar cara yang aneh untuk menikmati burung jantan. Menikmati kok menikmati burung yang mati.
Tinggalkan komentar