Yogja

Tidak banyak lagi kota yang memiliki penampilan beda. Yang namanya pusat perbelanjaan, bangunan berbentuk kubus itu, ya ada di mana-mana. Lengkap dengan tangga berjalan dan penyejuk ruangannya. Simbol kemajuan. Para pebelanja dan pencuci mata tak lagi payah mendaki dan berkeringat menumpuk daki. Yogya juga begitu. Sebagai kota yang berniat menjadi kota wisata, yang namanya wisatawan harus disuguhi segala kemudahan, itu pakemnya. Hal-hal tua yang penuh misteri lantas dibungkus dengan kertas kemudahan dan yang tak bisa dibungkus dijadikan pajangan dahulu sebelum dibongkar.

Continue reading “Yogja”

Permisi

Ya, saya permisi dulu sebentar. Mau menemani anak-anak saya berlibur. Atau anak-anak harus menemani saya berlibur? Sudahlah, yang penting sekarang saya sedang bersama-sama dengan anak-anak berlibur. Kami di Jogja.

Lha kok Jogja? Ada beberapa alasan. Anak saya yang satu ini, pengagum Om Tito. Entah sudah berapa hari dia terkipit-kipit begitu tahu kami akan ke Jogja. Cita-citanya sudah terpenuhi, dia sudah bertemu orang yang dikaguminya itu yang ditengah kesibukannya masih menyempatkan diri untuk menjemput kami di bandar udara. Berdua mereka ngobrol soal komik, gameboy dan entah apa lagi. Dia senang, dan sejak bertemu dia selalu berjalan di sisi Pak Dokter (seperti tampak pada foto di sebelah ini).

Alasan lain, seperti telah di tulis oleh Ndoro Kakung, kami berencana ngumpul dengan Pak Dokter yang menjadi babu rumahnya. Yang dimaksud kami itu, selain saya, anak saya, Pak Dokter dan Ndoro Kakung, juga ada Nana serta Paman. Jika beruntung, maka nona Dinda juga akan turut serta.

Selain itu, saya juga sangat ingin bertemu dengan Kangmas pembuat template blog yang sedang sampeyan baca ini beserta gerombolannya.

Sibuk kan? jadi ya harus maklum saja kalau saya ndak ngeblog dulu barang sebentar.

Bangau stormi

Seribu Intan nomer 11

Jika minggu lalu saya sudah ndobos soal mentok paling langka di dunia, maka bintang minggu ini adalah … eng ing eng, bangau paling langka di dunia. Tidak sebagaimana biasanya jenis bangau lainnya, Bangau stormi (Ciconia stormi) tidak hanya sekedar bergantung hidupnya pada tempat-tempat basah dan becek, bangau satu ini mensyaratkan tempat-tempat tersebut harus ada di hutan. Bagi saya inilah bangau paling elok dandanannya dari segala bangau yang ada.

Tengoklah rias wajahnya, berparuh merah terang, berkacamata kuning menyala dan bertopi hitam. Kontras dengan lehernya yang putih dan badannya yang berwarna gelap serta kaki-kaki jenjangnya yang berwarna merah. Seekor mahluk yang rupawan.

Continue reading “Bangau stormi”

Spesies Kaipang Kulon

Kawan Kaipang Kulon bertanya-tanya soal spesies (pada komentar di tulisan ini). Lha kok pertanyaannya banyak, ini namanya memaksa saya buat nulis secara pro-bono (prei-bondo). Tetapi sebagai seleb blog beraura welas asih, baik budi, tidak sombong dan tidak kikir, saya penuhi permintaan kawan satu ini dengan senang hati. Hanya saja, jamannya saya dulu dikuliahi soal spesies, saya itu lebih banyak tidurnya, maka harus maklum jika ternyata isinya hanya ndobos semata.

Continue reading “Spesies Kaipang Kulon”

Blognya Bapak Gak Ada Yang Baca Ya

Mari kita periksa ada apa dengan anak satu ini. Anak? Ya dia anak saya. Masih kecil kata orang banyak. Sudah besar kata saya, terlalu cepat besar malah rasanya. Besar, kecil, kurus atau padat berisi, itu hanya soal kemasannya saja. Apapun kemasannya saya selalu membanggakan dirinya, sama halnya dengan membanggakan kakaknya yang kemasannya berbeda. Adonan sama, cetakan sama, hasilnya berbeda, tetapi dua-duanya membanggakan.

Continue reading “Blognya Bapak Gak Ada Yang Baca Ya”