Siapa Lu …

Sampeyan pernah nonton film yang banyak nyanyi-nyanyinya, termasuk film India? Apa-apa dinyanyikan, seperti film lawas kesukaan saya seperti The Sound of Music atau Grease. Dalam film-film begitu yang nyanyi biasanya satu orang dulu, lantas berdua, tambah lama tambah banyak, akhirnya semua yang ada di lokasi itu pada nyanyi semua. Tak lupa dengan joget meriah dengan gerak serempak yang rancak. Hayaah itu kan cuma di film, begitu kata teman. Begitukah?

Continue reading “Siapa Lu …”

Hujaaaaaaan …

Saya sering mendendangkan lagunya A. Rafiq, Jangan Samakan, paling tidak di dalam hati jika sedang mengemudi. Hanya liriknya saya ganti sedikit menjadi “jalannya berlubang, ikal dan bergelombang”, sementara tangan sibuk memutar-mutar setir seperti sedang mengikuti slalom test. Jalan berlubang dan keriting bisa disebabkan oleh banyak hal, tak mampu menanggung beban kendaraan yang melaluinya adalah salah satu sebab jalan menjadi keriting. Sementara direndam air bisa menjadi sebab jalan berlubang.

Soal kelebihan beban, mungkin saja kendaraan yang melaluinya memang terlalu berat atau jalannya dibuat tak sesuai dengan rancangan awal. Urusannya menjadi panjang kalau lantas pertanyaannya kenapa ada kendaraan dengan beban berlebih bisa melalui jalan itu. Sama pula panjang perkaranya jika lantas pertanyaannya adalah kenapa jalannya dibuat tidak sesuai rancangan awal. Ada banyak duga menduga di sini.

Continue reading “Hujaaaaaaan …”

Pulang

Seorang kawan di Tokyo, sebut saja namanya Ninien, mengirimi saya tulisannya. Falcons will always come home, begitu judulnya. Kawan itu menulis bagaimana burung harus bermigrasi, pindah, ke tempat asing yang jauh dari rumah untuk tetap dapat bertahan hidup. Nyaman sekali tempat barunya itu, ada makanan berlimpah dan udara bersahabat. Lantas dia menganalogikan peristiwa tersebut dengan fenomena brain drain yang banyak terjadi.

Continue reading “Pulang”

Mentok rimba

Seribu Intan nomer 10

Burung satu ini adalah mentok paling langka di dunia, masih berkerabat dekat dengan jenis mentok yang sering dipelihara orang, hanya saja jenis ini tidak memiliki tonjolan kulit berwarna merah pada daerah sekitar matanya. Hidupnya di hutan dan jika sedang terbang warna bulu sayapnya yang putih akan terlihat jelas yang lantas menjadi nama burung ini dalam Bahasa Inggris, White-winged Duck. Dalam Bahasa Indonesia mentok ini dinamai Mentok rimba sesuai dengan tempat hidupnya, sedangkan di dunia ilmiah dia dikenal dengan nama Cairina scutulata. Inilah salah satu burung favorit saya, dan karena burung ini pula saya menggunakan lebih dari dua tahun umur saya untuk hidup di dalam hutan.

Continue reading “Mentok rimba”