
Bagi saya, ini adalah sebuah perjalanan tanpa persiapan yang benar. Semua dilakukan dengan terburu-buru, tetapi toh saya memutuskan untuk tetap berangkat. Bagaimana tidak, iming-imingnya terlalu menarik untuk diabaikan. Pergi ke sebuah pulau yang di peta juga amat sangat susah dicari. Maka begitulah, saya pergi ke pulau tanpa penghuni tetap itu. Pulau Moromaho (ada pula yang menulisnya Moromahu), yang merupakan pulau paling selatan di Kepulauan Wakatobi (atau dulu lebih dikenal dengan nama Kepulauan Tukang Besi) di Sulawesi Tenggara. Wakatobi sendiri sebenarnya adalah singkatan dari nama pulau-pulau utama di kepulauan ini (Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko).
Continue Reading
16 Comments

Saya suka kopi. Minum kopi tepatnya, bukan mengunyah kopi. Saya bukan ahli kopi sehingga bagi saya kopi ya nyaris sama saja rasanya. Memang saya pernah merasakan kopi yang enak sekali, tetapi tidak sering, jarang sekali malah. Mungkin sejarang saya menemukan “kopi tidak enak”. Ganjilnya lagi, nyaris semua kopi tidak enak tersebut harganya relatif mahal. Mungkin itu kopi luwak salah olah. Kopi luwak itu buah kopi yang dimakan luwak, dicerna, lantas bijinya keluar bersama kotoran dan biji kopi tersebut yang diolah menjadi bubuk kopi. Kopi tidak enak itu mungkin kopi luwak salah olah, yang diolah kotorannya, bukan biji kopinya.
Continue Reading
33 Comments

Ada banyak hal yang tidak boleh dilakukan di dalam kabin pesawat atau dibawa ke dalam kabin pesawat penerbangan komersial umum. Larangan soal apa-apa yang tidak boleh dibawa itu ada tercantum di banyak tempat di bandara, bahkan di lembaran tiket walaupun sifatnya umum. Jika sampeyan ragu, silahkan bertanya kepada petugas yang berwenang apakah kalung jimat berbentuk paku atau kambing kesayangan sampeyan bisa ikut ke dalam kabin pesawat. Saya berlebihan? Bisa jadi. Karena di dalam e-tiket pesawat saya pernah membaca ada yang disebut sebagai Dangerous Goods yang tidak boleh ikut ke dalam kabin, diantaranya Bacteria. Jika saya mematuhi itu, maka saya harus memasukkan usus saya ke dalam bagasi.
Continue Reading
23 Comments

Di sepanjang jalan entah ada berapa kali saya melihat iklan untuk memperbesar alat vital (maksudnya penis). Tampaknya bisnis subur ini. Pada masa jayanya Mak Erot, ada yang bercanda (sepertinya) dengan perumpamaan kalau sang tukang urut itu mampu merubah mobil Karimun jadi truk gandeng. Ada teman yang berkata kalau urusan begini ini adalah hal yang sensitif. Sensitif bagaimana? Lha wong itu iklannya bertebaran di mana-mana dari mulai yang menempel suka-suka di tiang-tiang listrik dan telepon hingga ke halaman iklan koran-koran kuning. Di negara yang konon katanya menganut aliran kebebasan sexual, saya belum pernah melihat ada iklan seperti itu menempel di tiang-tiang listrik atau telepon. Jadi … mari kita bicara soal penis dan ukurannya.
Continue Reading
62 Comments

Dalam sebuah tulisannya, Momon ada menyebut tentang Protected Designation of Origin (PDO). Sesungguhnya PDO bersama-sama dengan Protected Geographical Indication (PGI) dan Traditional Speciality Guaranteed (TSG), adalah bagian dari kerangka Protected Geographical Status (PGS) dalam Undang-Undang Uni Eropa yang dibuat untuk melindungi nama dari makanan dan minuman. Bukan sekedar nama yang dilindungi, tetapi lebih ke dari mana makanan dan minuman itu berasal. Seperti ditulis oleh Momon, “Misalnya sampanye, minuman alkohol yang bersoda itu, hanya boleh diproduksi di desa Champagne, Perancis. Yang lain? Namanya sampanye bajakan.”
Continue Reading
28 Comments