Ini istilah yang pada waktu saya masih sekolah kerap dipakai oleh guru untuk menggambarkan betapa buruknya tulisan tangan seseorang.
Dari berbagai profesi yang ada, kabarnya tulisan tangan dokter adalah tulisan tangan yang paling sulit dibaca. Ini bukan tulisan steno, yang masih bisa dibaca banyak orang, ini benar-benar unik. Hanya dokternya sendiri dan apoteker yang sepertinya mampu membaca tulisannya. Kabarnya, beberapa perawat juga mampu membacanya.

Saya ada dua dokter yang saya datangi secara rutin dan secara rutin pula mereka mengeluarkan resep. Akan tetapi, mungkin ini anomali, tulisan tangan kedua dokter tersebut sangat rapih, bagus, mudah dibaca, bahkan oleh saya.
Kembali soal tulisan cakar ayam, yang oleh guru sekolah disematkan kepada saya, situasinya tidak membaik. Tangan saya tidak terlatih untuk menulis, saya lebih banyak menggunakan keyboard komputer, bahkan belakangan hanya menggunakan dua jari untuk menulis di telepon pintar, termasuk untuk menulis blog ini.
Seorang kawan dahulu meledek tulisan tangan saya dengan menyebutnya tulisan dokter arab. Tulisan arab saja susah bacanya apalagi kalau dokternya dokter arab.
Tinggalkan komentar