Saya menyukai keheningan. Saya bisa berpikir lebih baik dalam keheningan. Keramaian membuat otak saya bingung, pikiran jadi kusut, mungkin karena terlalu banyak informasi yang diterima.
Mungkin karena saya menyukai keheningan makanya saya menggemari mengamati burung di alam bebas (birdwatching) dan menyelam. Pada saat mengamati burung suasananya hening, hanya ada suara alam. Sedangkan pada saat menyelam, tidak ada suara lain selain suara nafas yang melewati regulator saja.
Pada saat berlibur, saya juga menyukai tempat yang sepi. Kalaupun ada yang menyertai, biasanya jumlahnya tidak banyak. Lantas apa yang dilakukan di tempat sepi. Nyaris tidak ada, hanya melamun ditemani kopi atau teh. Kalaupun ada kawan yang menemani, paling kami hanya saling bertukar cerita kecil saja, selebihnya hanya ada keheningan.
Berkumpul dengan banyak orang membuat otak saya lelah dan menimbulkan kebingungan. Sesekali saya masih bisa mengunjungi mal, tetapi biasanya tidak untuk waktu yang lama. Apalagi jika temannya menyebalkan.
Sepertinya sekarang saya sedang rindu untuk mendatangi tempat yang hening, hanya ditemani kabut atau suara ombak. Nantilah kalau fisik saya sudah kuat untuk mendatangi tempat-tempat itu. Sekarang? Ya berdiam diri di kamar saja, menulis blog ini sambil rebahan.
Tinggalkan Balasan ke Blogombal Batalkan balasan