Kecap yang Tidak Nomor Satu Juga Enak

Saya penggemar kecap, kecap manis tepatnya. Cairan pekat hitam hasil fermentasi kedelai hitam yang dicampur gula merah ini buat saya adalah sesuatu yang sangat diharapkan ada pada saat makan.

Pada situasi yang ekstrim, saya bisa makan hanya dengan nasi, kerupuk putih dan kecap manis. Ini saja sudah nikmat sekali rasanya, apalagi kalau ada tahu, tempe dan telur goreng (bisa telur mata sapi atau telur dadar).

Pada situasi lain, yang menurut orang lain ekstrim, saya suka makan rendang atau gulai tunjang dengan kecap manis. Banyak teman yang protes dengan komposisi makanan seperti itu, ini penistaan, tak pantas dan tak elok katanya, tapi bagi saya itu masalah mereka, bukan masalah saya.

Walaupun saya bukan penggemar makanan pedas, karena perut saya sensitif tak tahan pedas, tapi saya menggemari sambal kecap yang bahan-bahannya adalah kecap manis, irisan bawang merah, irisan cabai, dan rajangan daun jeruk. Ini tentu saja sedap untuk dimakan dengan sate kambing.

Pada saat saya mulai rajin bepergian ke luar negeri, biasanya saya membawa kecap manis dalam sachet (dari Bahasa Perancis yang artinya kantong kecil atau bungkus kecil). Teman-teman perjalanan saya biasanya membawa sambal. Belakangan kecap manis ini sudah tersedia di toko-toko makanan Asia di banyak kota di dunia.

Saya ingat teman saya orang Filipina yang juga gemar kecap manis. Setiap kali dia datang ke Indonesia dia selalu memborong kecap manis untuk dibawa pulang. Atau saat saya ke Filipina, dia selalu minta dibawakan kecap manis, dan rokok keretek. Kabarnya, sekarang kecap manis bisa dibeli di Manila.

Kecap juga kerap disebut untuk ucapan janji manis para politikus, pokoknya manis janjinya seperti kecap nomor satu. Bagi saya, kecap manis bukan hanya sebagai pelengkap, tapi merupakan bagian dari identitas kuliner Indonesia, tak perlu yang nomor satu.

Komentar

4 tanggapan atas “Kecap yang Tidak Nomor Satu Juga Enak”

  1. warungselat Avatar

    Kecap manis, rendang, gule, tahu tempe — semuanya sedang saya hindari gara-gara kadar asam aurat eh asam urat tinggi.

    Suka

    1. Rudy Rudyanto Avatar
      Rudy Rudyanto

      Waduh, lantas bolehnya makan apa? 🫣

      Suka

      1. warungselat Avatar

        Yang aman kalau lawuh ya telur😁

        Suka

  2. Ndik Avatar
    Ndik

    dulu sempat Ra Mutu mengoreksi kecap2 lokal Dari berbagai daerah yang dilewati saat perjalanan. Taste yg unik berbeda2. Dan yakin nomer satu semua.

    Bubar Karena nggak ada tempat terutama Karena Masih suka nomaden Dan ilang Ra cetha.

    rasanya online shop cukup mendukung kemudahan hobi itu Sekarang. Sokmben baleni wae Kalau wis menetap

    Suka

Tinggalkan Balasan ke warungselat Batalkan balasan