
Entah sejak kapan kreasi makan roti dengan rendang padang ini ada di bungkus plastik roti tawar yang kerap saya beli, saya baru tahu tadi. Lengkap juga dengan kode QR untuk resepnya.
Saya jadi ingat Bapak saya yang kalau makan roti tidak pakai selai (jam) atau coklat tabur (hagelslag) tapi pakai rendang atau sate ayam madura. Saya tidak ingat apakah Bapak juga makan roti dengan sate kambing. Saya menirunya dan saya suka.
Dahulu apa yang dilakukan oleh Bapak, dan saya, sering ditertawakan. Aneh-aneh saja kata Ibu. Ternyata sekarang malah menjadi hal yang hendak dinormalkan oleh pembuat roti tawar itu. Dari hasil memindai kode QR, munculah berbagai cara menikmati roti dengan beraneka temannya.

Tidak semua macam makanan teman makan roti yang saya kenal, tetapi beberapa tampak menggiurkan apalagi jika dilihat pas sedang lapar. Walaupun demikian tampaknya saya tidak tega makan roti dengan Cendol Cianjur. Baru kali ini juga saya tahu ada yang namanya Cendol Cianjur, saya tahunya Dawet Ayu Banjarnegara atau Cendol Elizabeth yang pakai irisan nangka itu.
Seingat saya, pengisi roti lain yang sering dianggap sebagai olesan adalah margarin (bukan mentega). Salah satu merk margarin terkenal juga kerap membagikan resep makanan di kemasannya. Demikian pula dengan salah satu merk penghasil keju cheddar, penghasil sarden kalengan dan penghasil kornet (corned beef). Kreatif sekali mereka.
Tidak ada yang salah dengan semua itu, kalau suka ya makan saja. Kalau tidak suka dengan alasan apapun termasuk karena ora umum ya tidak apa-apa juga. Apapun itu, jangan lupa kalau makan roti sebaiknya pakai celana, lebih baik lagi kalau juga pakai baju.
Tinggalkan Balasan ke Blogombal Batalkan balasan