Awalnya adalah percakapan di sebuah group Whatsapp yang rada absurd. Ada yang bertanya, hewan di foto ini hewan apa?

Saya membalas kalau hewan itu adalah Teledu (Mydaus javanensis) Ada juga yang menjawab hewan itu adalah Sigung (yang kemudian dipelesetkan jadi Sugeng).
Percakapan itu berlanjut mengapa ekor Teledu/Sigung berbeda dengan Sigung yang di televisi. Sigung di televisi itu ekornya panjang melengkung dan seperti sikat dengan rambut yang lebat.
Jadi begini, hewan di foto itu adalah Teledu yang di Jawa sering dipanggil dengan nama Sigung. Teledu ini hanya ada di Asia Tenggara. Sedangkan Sigung yang ekornya panjang dan mekrok dan sering muncul di televisi itu adalah Skunk dan hanya ada di Benua Amerika. Walaupun jarak sebarannya berjauhan, tetapi keduanya masih berkerabat, sama sama ada di dalam keluarga Mephitidae.

Baik Teledu maupun Skunk, sama-sama mampu mengeluarkan “kentut” yang baunya mampu mengusir pengganggu. Sebenarnya itu bukan kentut sih. Baik Teledu maupun Skunk dilengkapi dengan kelenjar di dekat duburnya yang apa bila merasa terganggu akan disemprotkan cairan dari kelenjar tersebut dan bau dari cairan tersebut baunya mampu mengusir pengganggu. Jadi bau dari kelenjar tersebut adalah untuk pertahanan diri.
Saya belum pernah melihat Skunk, hanya melihatnya di televisi saja baik dalam film dokumenter maupun dalam film kartun. Saya juga belum pernah melihat Teledu yang masih hidup di alam. Saya hanya pernah melihat Teledu yang sudah mati dibunuh karena dianggap hama di sebuah ladang di Sumatera.
Konon katanya, pada jaman dahulu di Eropa dan Amerika, rambut dari Skunk sering dipakai untuk dijadikan kuas pengoles busa cukur.
Tinggalkan Balasan ke Rudy Rudyanto Batalkan balasan