Tulisan Cakar Ayam

Ini istilah yang pada waktu saya masih sekolah kerap dipakai oleh guru untuk menggambarkan betapa buruknya tulisan tangan seseorang.

Dari berbagai profesi yang ada, kabarnya tulisan tangan dokter adalah tulisan tangan yang paling sulit dibaca. Ini bukan tulisan steno, yang masih bisa dibaca banyak orang, ini benar-benar unik. Hanya dokternya sendiri dan apoteker yang sepertinya mampu membaca tulisannya. Kabarnya, beberapa perawat juga mampu membacanya.

Saya ada dua dokter yang saya datangi secara rutin dan secara rutin pula mereka mengeluarkan resep. Akan tetapi, mungkin ini anomali, tulisan tangan kedua dokter tersebut sangat rapih, bagus, mudah dibaca, bahkan oleh saya.

Kembali soal tulisan cakar ayam, yang oleh guru sekolah disematkan kepada saya, situasinya tidak membaik. Tangan saya tidak terlatih untuk menulis, saya lebih banyak menggunakan keyboard komputer, bahkan belakangan hanya menggunakan dua jari untuk menulis di telepon pintar, termasuk untuk menulis blog ini.

Seorang kawan dahulu meledek tulisan tangan saya dengan menyebutnya tulisan dokter arab. Tulisan arab saja susah bacanya apalagi kalau dokternya dokter arab.

Komentar

4 tanggapan atas “Tulisan Cakar Ayam”

  1. Blogombal Avatar

    Wahyu saya SD, bapak saya di Belanda mengeluh sulit membaca surat saya karena tulisan saya buruk banget. Akhirnya saya bisa menulis genah dan oleh kawan-kawan dianggap nyeni, bagus, sampai kemudian kibor komputer dan ponsel menggerus kemampuan tulis dan menggambar saya.

    Tulisan buruk selain dokter, kalau dulu adalah tulisan pada nota tagihan di tangan pramusaji rumah makan Padang. Hanya angka yang terbaca. Saya nggak doyan otak dan petai eh dicatat ambil.

    Lalu bagaimana apoteker bisa membaca resep? Ada kode kunci?

    Suka

    1. Rudy Rudyanto Avatar
      Rudy Rudyanto

      Apoteker mungkin diajari bagaimana caranya membaca tulisan yang tak terbaca.

      Suka

      1. Blogombal Avatar

        Berapa SMS itu?

        Suka

  2. Blogombal Avatar

    Eh, SKS.

    Bisa jadi filolog.

    Suka

Tinggalkan komentar